Di dalam bisnis pulsa dengan sistem viral marketing terdapat 2 sistem harga yaitu sistem harga seragam dan sistem harga terdistribusi (distributed). Kebanyakan para penyedia pulsa viral marketing & MLM lebih suka menggunakan sistem harga seragam karena keuntungan yang didapat para pengelola jauh lebih besar dari pada menggunakan sistem harga terdistribusi. Bila Anda perhatikan pada sistem harga seragam, penentuan harga jual sebenarnya telah memasukan faktor biaya komisi yang harus dibayarkan sampai level terendah, padahal yang mengkonsumsi pulsa tidak hanya level terendah tapi juga level-level diatasnya.Dengan sistem harga seragam tersebut maka markup harga sebagai keuntungan pengelola menjadi sangat tinggi.
pulsagram menggunakan sistem harga distributed sehingga menjamin pengambilan keuntungan pengelola yang lebih fair sehingga tidak merugikan para membernya.
Contoh konkretnya begini
Misalkan ada 2 penyedia viral A dengan sistem harga seragam dan B dengan sistem harga terdistribusi, kedalaman level = 10 dengan komisi transaksi = Rp.50/transaksi.
Sebagai contoh produk yang digunakan adalah Simpati nominal 10.000 dengan harga pokok pengelola Rp.10.000. Penyedia A akan membuat harga jual yang seragam dengan memasukan biaya komisi sampai level 10 ( Rp.50 x 10 level = Rp.500 )sehingga harga jual seragam sebesar Rp.10.500 kalau kita cermati maka bila level 1 membeli pulsa S10 maka keuntungan yang didapatkan pengelola sangat besar yaitu sebesar Rp.500.Keuntungan yang didapatkan dari level 2 sebesar Rp.450 (karena yang Rp.50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1).
Barulah pada level-10 si pengelola mendapatkan keuntungan sebesar Rp.50.
Sistem harga seragam ini jelas sangat berpihak dan menguntungkan pengelola.
Pada penyedia B dengan sitem harga terdistribusi, harga tidak dibuat seragam. Level-1 akan mendapatkan harga Rp.10.050, Level-2 akan mendapatkan Rp.10.100 dan baru level-10 harga akan sebesar Rp.10.500
Bila level-1 membeli pulsa S10 maka keuntungan pengelola tidak sebesar Rp.500 tetapi hanya sebesar Rp.50, keuntungan yang didapat dari level-2 juga sebesar Rp.50 (karena yang Rp.50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1). Sampai level-10 pun keuntungan yang didapat pengelola hanya sebesar Rp.50
Sehingga dengan sistem ini pengelola tidak memonopoli keuntungan tetapi lebih mendistribusikan keuntungan kepada para membernya
pulsagram menggunakan sistem harga distributed sehingga menjamin pengambilan keuntungan pengelola yang lebih fair sehingga tidak merugikan para membernya.
Contoh konkretnya begini
Misalkan ada 2 penyedia viral A dengan sistem harga seragam dan B dengan sistem harga terdistribusi, kedalaman level = 10 dengan komisi transaksi = Rp.50/transaksi.
Sebagai contoh produk yang digunakan adalah Simpati nominal 10.000 dengan harga pokok pengelola Rp.10.000. Penyedia A akan membuat harga jual yang seragam dengan memasukan biaya komisi sampai level 10 ( Rp.50 x 10 level = Rp.500 )sehingga harga jual seragam sebesar Rp.10.500 kalau kita cermati maka bila level 1 membeli pulsa S10 maka keuntungan yang didapatkan pengelola sangat besar yaitu sebesar Rp.500.Keuntungan yang didapatkan dari level 2 sebesar Rp.450 (karena yang Rp.50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1).
Barulah pada level-10 si pengelola mendapatkan keuntungan sebesar Rp.50.
Sistem harga seragam ini jelas sangat berpihak dan menguntungkan pengelola.
Pada penyedia B dengan sitem harga terdistribusi, harga tidak dibuat seragam. Level-1 akan mendapatkan harga Rp.10.050, Level-2 akan mendapatkan Rp.10.100 dan baru level-10 harga akan sebesar Rp.10.500
Bila level-1 membeli pulsa S10 maka keuntungan pengelola tidak sebesar Rp.500 tetapi hanya sebesar Rp.50, keuntungan yang didapat dari level-2 juga sebesar Rp.50 (karena yang Rp.50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1). Sampai level-10 pun keuntungan yang didapat pengelola hanya sebesar Rp.50
Sehingga dengan sistem ini pengelola tidak memonopoli keuntungan tetapi lebih mendistribusikan keuntungan kepada para membernya













